Pages

vendredi, janvier 23, 2015

Kami yang Menanti..

Bendera Indonesia di kapal penyebrangan menuju Pulau Samosir, Medan, Indonesia.
Masyarakat sekarang lebih pintar dan ga bodoh-bodoh amat melihat suatu hal. Mereka dapat melihat mana yang benar dan salah. Mana yang terlihat gelagapan mencari kesalahan orang lain, mana yang dilemahkan.

Kebenaran emang relative sih, dari pandangan seseorang mungkin benar, tapi orang lain mungkin menganggap itu salah. Institusi ini bilang benar, institusi lain bilang salah dengan argumen lain. Berbagai intrik dan strategi dilakukan untuk membuat opini menjadi seolah yang paling benar. Pencitraan dan publikasi menjadi andalan agar opini tersebut terbuncahkan menjadi isu yang dianggap benar.

Kesimpulan dari apa yang ada di awal tahun 2015 ini, "mereka" bergerak cepat untuk menyidik hal-hal yang dianggap dapat menjatuhkan suatu institusi, sedangkan untuk tindakan kriminal yang dapat menjatuhkan negara dan martabat bangsa seperti KORUPSI mereka seolah lamban menanganinya. Dimana profesionalitas dan kapasitas Bapak-bapak di dalam institusinya? Kalau Bapak-bapak seperti ini, kami para penanti kabar indah negeri ini mungkin akan menjadi apatis terhadap setiap kebijakan kalian. Kami yang menanti berakhirnya praktek korupsi di setiap lini kehidupan bangsa, kami yang menanti janji penegakan HAM, kami yang menanti keamanan, kenyamanan dan kesejahteraan di bumi pertiwi ini. Kami, sejujurnya bosan Pak dengan pemberitaan buruk tentang segelintir orang yang tidak taat hukum. Karena mereka-mereka ternyata lebih mementingkan ego dan gengsi kelompok dibanding dengan membela kaum yang lemah, yaitu rakyat biasa yang menanti dan terus berjuang demi kesejahteraanya. 

Semoga hal ini dapat terselesaikan secepatnya. Sehingga rakyat Indonesia dapat kembali melihat gerakan-gerakan dinamis Bapak-bapak (seperti proses penyidikan kasus sekarang ini) dalam menegakkan keadilan di negara ini. 

#SayaKPK #SaveKPK #SavePOLRI

Aucun commentaire:

Enregistrer un commentaire